PILIHSEHAT.wordpress.com

Enlighten Your Life by Only Sharing the Truth

Anda Depresi? Makanlah Lebih Banyak Ikan

Posted by Ir. Adhi Hartono on 17 February 2010

Otot dan tulang terbuat dari protein dan mineral, tetapi otak adalah rumah yang dibangun oleh lemak. Otak kita, khususnya, lapar akan lemak omega-3 yang banyak terkandung dalam ikan. Meskipun organ lain dapat mengatur (walaupun kurang ideal) rasio dari 4 bagian lemak omega-6 dan satu bagian lemak omega-3, otak tampaknya membutuhkan jumlah yang seimbang antara lemak omega-6 dan lemak omega-3. Mengapa? Tidak seperti jaringan tubuh lain, otak tidak bisa membuat DHA dan EPA dari minyak nabati seperti kenari dan biji pohon rami. Dalam jargon gizi, otak memiliki “kebutuhan mutlak” (berlawanan dengan”kebutuhan kondisional”) akan DHA dan EPA, yang hanya ditemukan dalam ikan.

Inilah alasan utama kenapa kita dianjurkan makan lebih banyak ikan, terutama ikan laut yang banyak kandungan lemaknya. Allah sendiri bahkan menghalalkan seluruh jenis ikan di laut, termasuk bangkainya sekalipun.

Jika diperlukan, Anda bisa mengonsumsi suplemen minyak ikan. Banyak suplemen minyak ikan yang beredar di pasaran, sehingga Anda harus berhati-hati dalam memilih kualitas yang baik. Untuk itu, Anda harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang seluk-beluk lemak, ikan dan hal lain yang berkaitan.

Apa itu Lemak Omega-3 dan Omega-6?

Asam lemak omega-3 adalah asam lemak esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh dan harus diperoleh dari makanan. Asam lemak ini terutama terdapat dalam minyak ikan (fish oils), memiliki manfaat anti peradangan dan  mendukung normalnya fungsi kardiovaskular Anda.  ALA (alpha-linoleic acid) – lemak nabati dalam biji rami, walnut, purslane – dan EPA serta DHA (dalam minyak ikan) adalah lemak omega-3.

Sama dengan omega-3, asam lemak omega-6 adalah asam lemak esensial. Asam lemak ini terutama terdapat dalam minyak nabati (vegetable oils), mendukung kulit yang sehat dan kenyal.  GLA (gamma-linoleic acid) dan asam arachidonic adalah lemak omega-6.

Baik  omega-3 maupun omega-6  termasuk kategori lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fat) yang berwujud cair pada temperatur kamar.

Keluarga omega penting untuk memproduksi eikosanoid-eikosanoid,  “rajanya” hormon dalam tubuh kita. Makanan buatan pabrik kurang mengandung lemak omega-3, yang dapat menyebabkan obesitas, diabetes, penyakit jantung, kanker, dan depresi.

Apa itu DHA dan EPA?

Marilah kita refresh sejenak tentang DHA dan EPA. DHA(docosahexaenoic acid) ialah lemak omega-3 yang penting bagi membran sel, terutama otak, mata, dan sel sperma. Separuh lemak yang ada pada otak adalah DHA. Ditemukan terutama dalam ikan, DHA digunakan untuk membentuk EPA. DHA dapat dibentuk dalam tubuh melalui asam alfa linoleat (alpha linoleic acid/ALA), asam lemak esensial, tetapi ikan adalah sumber terbaik.

EPA (eicosapentaenoic acid) ialah lemak omega-3 yang terutama banyak ditemukan dalam ikan. EPA diperlukan untuk membentuk eicosanoids, hormon yang sangat kuat yang mengendalikan semua aktifitas sel. EPA dapat dibentuk di dalam tubuh dari asam alfa-linoleat (ALA), suatu asam lemak esensial.

Manfaat Ikan, DHA dan EPA

Tanpa DHA dan EPA yang memadai, selaput sel otak tidak berfungsi dengan semestinya. Sebagian besar penelitian baru menegaskan bahwa ikan adalah makanan untuk berpikir. Pada 2005, Archieves of Neurology melaporkan bahwa pria dan wanita tua yang mengonsumsi lebih banyak ikan memiliki pikiran yang tajam dan daya ingat yang lebih baik.

Kesehatan jiwa adalah salah astu penggunaan minyak ikan sebagai pengobatan yang paling menarik. Lemak omega-3 dapat sekuat obat-obatan yang diresepkan oleh seorang psikiater, bahkan untuk depresi serius. Studi populasi, penelitian, dan pengalaman klinis dengan pasien depresi, semua mengatakan bahwa minyak ikan (fish oil) dapat mencegah dan mengobati depresi. Ahli omega-3, Dr.Joseph Hibbeln, telah menemukan bahwa perbedaan tingkat depresi di seluruh negar dapat diprediksi dengan memperhatikan banyaknya konsumsi ikan.

Analisis laboratoruim menunjukkan bahwa otak yang depresi memiliki lebih sedikit lemak omega-3 dan lebih banyak lemak omega-6. Akhirnya, bukti klinis menjadi semakin banyak: para dokter telah meresepkan lemak omega-3 untuk depresi berat, depresi pasca melahirkan, gangguan bipolar, dan skizofrenia dengan hasil yang mengagumkan.

Risiko Kekurangan Omega-3

Risiko kekurangan lemak omega-3 (dalam minyak ikan) terhadap kesehatan kejiwaan dimulai di kandungan dan berlanjut sepanjang hayat. Bayi memiliki kebutuhan DHA dan EPA yang sangat besar, khususnya di paruh kedua kehamilan, yaitu saat pertumbuhan sang bayi sebagian besar tergantung pada lemak.

Bayi yang mengonsumsi susu formula dan mereka yang disusui oleh ibu yang kekurangan omega-3 gagal mengembangkan fungsi visual/penglihatan dan kejiwaan yang semestinya. Bayi prematur, khususnya, rentan karena mereka pengubah ALA menjadi DHA dan EPA yang buruk. Dalam salah satu studi , bayi prematur yang diberi makan minyak jagung memiliki mata yang tidak berkembang dan penglihatan yang buruk. Sementara itu, bayi prematur yang  diberi makan minyak ikan kondisinya sama baiknya dengan bayi yang duberi ASI secara penuh.

Sehingga, bahkan jika situasinya tidak ideal – dimana bayi prematur punya risiko yang jauh lebih besar – maka minyak ikan dapat membuat situasinya menjadi berbeda.

( bersambung )

Advertisements

2 Responses to “Anda Depresi? Makanlah Lebih Banyak Ikan”

  1. I simply sent this post to some bunch of my friends when i agree with the majority of what you�re saying here and the way you�ve presented it’s awesome.

  2. Awesome post, where is the rss? I cant find it! I just passed this onto a colleague who was doing a little research on that. And he actually bought me lunch because I discovered it for him haha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: